Membuat Forum di forumotion.com

25 10 2010
Forum merupakan tempat berkumpulnya suatu komunitas secara online, dan biasanya membahas suatu topik atau masalah yang berkaitan dengan forum tersebut.
Untuk membuat web forum, kini telah banyak tersedia website yang memberikan layanan untuk membuat forum dengan mudah seperti halnya kita membuat blog.
Dari sekian banyak yang pernah saya coba, forumotion.com adalah salah satu web penyedia forum yang sangat mudah untuk membuatnya meskipun kita menggunakan browser hp. 

Untuk membuat forum di forumotion.com, langsung saja klik di sini.
Bila menggunakan hp, gunakan browser opera mini 4,0 ke atas. 

Kemudian pilih skin/template yang diinginkan, lalu klik continue

Pada halaman selanjutnya, isikan form-form yang tersedia sesuai dengan petunjuk.
Pada form password, masukkan kombinasi angka dan huruf seperti ab1234. Lalu klik continue

Pada halaman selanjutnya, masukkan password seperti yang sebelumnya di form password checking dan klik continue

Lalu akan tampil tulisan Forum creation successfull.
Sampai tahap ini, web forum telah berhasil di buat.

Untuk menuju ke halaman kontrol panel, kunjungi web forum yang telah kamu buat. Untuk sign in, gunakan user name admin dan passwordnya adalah password yang kamu isi disaat mendaftar.
Kemudian klik panel admin yang berada di bagian paling bawah.

Panduan Umum
based forum Phpbb2

Berikut ini adalah beberapa panduan umum tentang forum ini jikalau ada yang merasa kebingungan dengan format forum Phpbb2.

Make Your Own Profile

Di forum ini control panel member terletak pada halaman Profile yang dapat diakses dengan meng-klik Profile button di bawah banner. Pada halaman Profile terdapat beberapa bagian yang bisa member ganti sesuai dengan keinginan mereka masing-masing.

Informasi
Bagian utama dari profile mengenai data member. Bagian bertanda * (bintang) wajib diisi.
Username dapat diubah di sini.

Preference
Bagian kedua dari profile. Di sini terdapat beberapa pilihan mengenai tampilan forum yang akan dilihat oleh browser member. Seperti tampilan signature dan lainnya.

Signature dan Avatar
Bagian ketiga dan keempat dari profile. Telah dijelaskan sebelumnya di Avatar dan Signature bersama dengan aturan terkait.

Friends and foes
Friends adalah list member yang bisa jadikan teman. Di sini member dapat memilih member lainnya untuk dijadikan teman.
Foes adalah list member yang tidak ingin anda lihat atau anda terima message darinya. Namun member tidak dapat memasukan Admin dan Moderator dalam list Foe.

Draft
Di sini member dapat membuat draft post sebelum mereka post. Misalnya untuk sesuatu yang besar seperti Registrasi Roleplay atau Moderator yang ingin membuat Peraturan bagi forumnya.

Topic Being is Watched
Adalah list topik yang sedang member awasi atau list topik yang mereka buat. Di sini terdapat uraian apakah topik tersebut dibalas, dilihat, dan letak topik tersebut.

Character Info
Bagian terakhir dari profile. Di sini member yang telah terdaftar sebagai Roleplayer dapat meng-edit Character Infonya seperti mengisi bagian posisi karakter, origin, job, dan lainnya.

Check Your Personal Message

Personal Message atau PM terdapat pada halaman Message yang dapat diakses dengan meng-klik button Message di bawah banner. Pada halaman ini member dapat menggunakan fungsi pengiriman Message layaknya e-mail.

Topik and Posting

Buat Topik
Member dapat membuat topik sendiri dengan meng-klik button New Topic pada setiap halaman forum atau subforum.

Buat Polling
Member dapat membuat topik polling sendiri dengan meng-klik button New Poll pada setiap halaman forum atau subforum. Member juga dapat mengisikan sampai 10 pilihan pada polling dan pilihan lainnya.

Balas Topik
Member dapat membalas topik yang dibuatnya sendiri atau dibuat orang lain. Ada dua cara untuk me-reply topik yaitu: Pertama dengan menggunakan Quick Reply yang telah ada secara otomatis di bawah halaman topik atau dengan meng-klik button Add Reply.

Vote Poll Topik
Member dapat memberikan suara pada polling topik dengan memilih salah satu (atau maksimum pilihan) pada topik polling yang dibuatnya atau dibuat orang lain. Di sini juga member dapat membalas topik seperti meninggalkan komentar mengenai pilihannya seperti membalas topik biasa.

Sekian panduang yang dapat kami sampaikan, semoga membantu.

Untuk melihat forum yang telah saya buat sebagai mana yang saya tuliskan diatas, silahkan kunjungi

Baca entri selengkapnya »





Budaya Akademik dan Etos Kerja Dalam Islam

25 10 2010
  1. 1. BUDAYA AKADEMIK

  1. a. Pengertian Budaya Akademik.

Budaya akademik (Academic culture), Budaya Akademik dapat dipahami sebagai suatu totalitas dari kehidupan dan kegiatan akademik yang dihayati, dimaknai dan diamalkan oleh warga masyarakat akademik, di lembaga pendidikan tinggi dan lembaga penelitian.

Kehidupan dan kegiatan akademik diharapkan selalu berkembang, bergerak maju bersama dinamika perubahan dan pembaharuan sesuai tuntutan zaman.
Perubahan dan pembaharuan dalam kehidupan dan kegiatan akademik menuju kondisi yang ideal senantiasa menjadi harapan dan dambaan setiap insan yang mengabdikan dan mengaktualisasikan diri melalui dunia pendidikan tinggi dan penelitian, terutama mereka yang menggenggam idealisme dan gagasan tentang kemajuan. Perubahan dan pembaharuan ini hanya dapat terjadi apabila digerakkan dan didukung oleh pihak-pihak yang saling terkait, memiliki komitmen dan rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap perkembangan dan kemajuan budaya akademik.

Budaya akademik sebenarnya adalah budaya universal. Artinya, dimiliki oleh setiap orang yang melibatkan dirinya dalam aktivitas akademik. Membanggun budaya akademik bukan perkara yang mudah. Diperlukan upaya sosialisasi terhadap kegiatan akademik, sehingga terjadi kebiasaan di kalangan akademisi untuk melakukan norma-norma kegiatan akademik tersebut.

Pemilikan budaya akademik ini seharusnya menjadi idola semua insan akademisi perguruaan tinggi, yakni dosen dan mahasiswa. Derajat akademik tertinggi bagi seorang dosen adalah dicapainya kemampuan akademik pada tingkat guru besar (profesor). Sedangkan bagi mahasiswa adalah apabila ia mampu mencapai prestasi akademik yang setinggi-tingginya.

Khusus bagi mahasiswa, faktor-faktor yang dapat menghasilkan prestasi akademik tersebut ialah terprogramnya kegiatan belajar, kiat untuk berburu referensi actual dan mutakhir, diskusi substansial akademik, dsb. Dengan melakukan aktivitas seperti itu diharapkan dapat dikembangkan budaya mutu (quality culture) yang secara bertahap dapat menjadi kebiasaan dalam perilaku tenaga akademik dan mahasiswa dalam proses pendidikan di perguruaan tinggi.

Oleh karena itu, tanpa melakukan kegiatan-kegiatan akademik, mustahil seorang akademisi akan memperoleh nilai-nilai normative akademik. Bias saja ia mampu berbicara tentang norma dan nilai-nilai akademik tersebut didepan forum namun tanpa proses belajar dan latihan, norma-norma tersebut tidak akan pernah terwujud dalam praktik kehidupan sehari-hari. Bahkan sebaliknya, ia tidak segan-segan melakukan pelanggaran dalam wilayah tertentu—baik disadari ataupun tidak.

Kiranya, dengan mudah disadari bahwa perguruan tinggi berperan dalam mewujudkan upaya dan pencapaian budaya akademik tersebut. Perguruan tinggi merupakan wadah pembinaan intelektualitas dan moralitas yang mendasari kemampuan penguasaan IPTEK dan budaya dalam pengertian luas disamping dirinya sendirilah yang berperan untuk perubahan tersebut.

  1. b. Pembahasan Tentang Budaya Akademik

Dari berbagai Forum terbuka tentang pembahasan Budaya Akademik yang berkembang d Indonesia, menegaskan tentang berbagai macam pendapat di antaranya :

1) Konsep dan Ciri-Ciri Perkembangan Budaya Akademik

Dalam situasi yang sarat idealisme, rumusan konsep dan pengertian tentang Budaya Akademik yang disepakati oleh sebagian besar (167/76,2%) responden adalah
“Budaya atau sikap hidup yang selalu mencari kebenaran ilmiah melalui kegiatan akademik dalam masyarakat akademik, yang mengembangkan kebebasan berpikir, keterbukaan, pikiran kritis-analitis; rasional dan obyektif oleh warga masyarakat akademik” Konsep dan pengertian tentang Budaya Akademik tersebut didukung perumusan karakteristik perkembangannya yang disebut “Ciri-Ciri Perkembangan Budaya Akademik” yang meliputi berkembangnya
(1)    penghargaan terhadap pendapat orang lain secara obyektif;
(2)    pemikiran rasional dan kritis-analitis dengan tanggungjawab moral;
(3)   kebiasaan membaca;
(4)   penambahan ilmu dan wawasan;
(5)   kebiasaan meneliti dan mengabdi kepada masyarakat;
(6)   penulisan artikel, makalah, buku;
(7)   diskusi ilmiah;
(8)   proses belajar-mengajar, dan
(9)   manajemen perguruan tinggi yang baik

2) Tradisi Akademik

Pemahaman mayoritas responden (163/74,4%) mengenai Tradisi Akademik adalah,
“Tradisi yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat akademik dengan menjalankan proses belajar-mengajar antara dosen dan mahasiswa; menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta mengembangkan cara-cara berpikir kritis-analitis, rasional dan inovatif di lingkungan akademik”

Tradisi menyelenggarakan proses belajar-mengajar antara guru dan murid, antara pandito dan cantrik, antara kiai dan santri sudah mengakar sejak ratusan tahun yang lalu, melalui lembaga-lembaga pendidikan seperti padepokan dan pesantren. Akan tetapi tradisi-tradisi lain seperti menyelenggarakan penelitian adalah tradisi baru. Demikian pula, tradisi berpikir kritis-analitis, rasional dan inovatif adalah kemewahan yang tidak terjangkau tanpa terjadinya perubahan dan pembaharuan sikap mental dan tingkah laku yang harus terus-menerus diinternalisasikan dan disosialisasikan dengan menggerus sikap mental paternalistik dan ewuh-pakewuh yang berlebih-lebihan pada sebagian masyarakat akademik yang mengidap tradisi lapuk, terutama dalam paradigma patron-client relationship yang mendarah-daging.

3) Kebebasan Akademik

Pengertian tentang “Kebebasan Akademik” yang dipilih oleh 144 orang (65,7%) responden adalah

Kebebasan yang dimiliki oleh pribadi-pribadi anggota sivitas akademika (mahasiswa dan dosen) untuk bertanggungjawab dan mandiri yang berkaitan dengan upaya penguasaan dan pengembangan Iptek dan seni yang mendukung pembangunan nasional. Kebebasan akademik meliputi kebebasan menulis, meneliti, menghasilkan karya keilmuan, menyampaikan pendapat, pikiran, gagasan sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni, dalam kerangka akademis (Kistanto, et. al., 2000: 86).

“Kebebasan Akademik” berurat-berakar mengiringi tradisi intelektual masyarakat akademik – tetapi kehidupan dan kebijakan politik acapkali mempengaruhi dinamika dan perkembangannya. Dalam rezim pemerintahan yang otoriter, kiranya kebebasan akademik akan sulit berkembang. Dalam kepustakaan internasional kebebasan akademik dipandang sebagai inti dari budaya akademik dan berkaitan dengan kebebasan berpendapat (lihat CODESRIA 1996, Forum 1994, Daedalus Winter 1997, Poch 1993, Watch 1998, Worgul 1992).

Dalam masyarakat akademik di Indonesia, kebebasan akademik yang berkaitan dengan kebebasan berpendapat telah mengalami penderitaan yang panjang, selama puluhan tahun diwarnai oleh pelarangan dan pembatasan kegiatan akademik di era pemerintahan Suharto (lihat Watch 1998). Kini kebebasan akademik telah berkembang seiring terjadinya pergeseran pemerintahan dari Suharto kepada Habibie, dan makin berkembang begitu bebas pada pemerintahan Abdurrahman Wahid, bahkan hampir tak terbatas dan “tak bertanggungjawab,” sampai pada pemerintahan Megawati, yang makin sulit mengendalikan perkembangan kebebasan berpendapat.

Selain itu, kebebasan akademik kadangkala juga berkaitan dengan sikap-sikap dalam kehidupan beragama yang pada era dan pandangan keagamaan tertentu menimbulkan hambatan dalam perkembangan kebebasan akademik, khususnya kebebasan berpendapat.

Dapat dikatakan bahwa kebebasan akademik suatu masyarakat-bangsa sangat tergantung dan berkaitan dengan situasi politik dan pemerintahan yang dikembangkan oleh para penguasa. Pelarangan dan pembatasan kehidupan dan kegiatan akademik yang menghambat perkembangan kebebasan akademik pada lazimnya meliputi
(1)    penerbitan buku tertentu;
(2)    pengembangan studi tentang ideologi tertentu; dan
(3)    pengembangan kegiatan kampus, terutama demonstrasi dan diskusi yang

bertentangan dengan ideologi dan kebijakan pemerintah atau negara.

  1. c. Otonomi Keilmuan

Dalam PP No. 30 Th. 1990 terdapat konsep mengenai “Otonomi Keilmuan” yang disebut “merupakan pedoman bagi perguruan tinggi dan sivitas akademika dalam penguasaan dan pengembangan IPTEK dan seni.” PP tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai “Otonomi Keilmuan” tetapi memberikan arahan yang penjabarannya tampaknya diserahkan kepada PT masing-masing, antara lain:

1)                  Pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan berpedoman pada norma dan kaidah keilmuan, diarahkan untuk memantapkan terwujudnya penguasaan, pengembangan IPTEK dan seni;

2)                  Senat perguruan tinggi berkewajiban merumuskan peraturan pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan perwujudan otonomi keilmuan dalam kerangka pemantapan terwujudnya penguasaan, pengembangan IPTEK, seni, dan pembangunan nasional. Empat pilihan jawaban yang diajukan dalam butir kuesioner tentang “Otonomi Keilmuan” tidak secara eksplisit memungut dari PP No. 30/Th. 1990, melainkan lebih dari hasil survei pendahuluan yang dilaksanakan sebelumnya pada tingkat lokal yang berbunyi sebagai berikut:

  • Kewenangan bagi perguruan tinggi untuk merumuskan pelaksanaan pengembangan kegiatan-kegiatan akademik di kampus masing-masing.
  • Otonomi lembaga-lembaga keilmuan (perguruan tinggi) untuk menggali, menemukan dan mengembangkan IPTEKS.
  • Otonomi pengembangan keilmuan yang dimiliki dosen dan mahasiswa sesuai kaidah-kaidah dan norma-norma keilmuan
  1. d. Kesadaran Kritis Dan Budaya Akademik

Merujuk pada redaksi UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab VI bagian ke empat pasal 19 bahwasanya mahasiswa itu sebenarnya hanya sebutan akademis untuk siswa/ murid yang telah sampai pada jenjang pendidikan tertentu dalam masa pembelajarannya. Sedangkan secara harfiah,  mahasiswa” terdiri dari dua kata, yaitu Maha yang berarti tinggi dan Siswa  yang berarti subyek pembelajar sebagaimana pendapat Bobbi de porter, jadi kaidah etimologis menjelaskan pengertian mahasiswa sebagai pelajar yang tinggi atau seseorang yang belajar di perguruan tinggi/ universitas.

Namun jika kita memaknai mahasiswa sebagai subyek pembelajar saja, amatlah sempit sebab meski diikat oleh suatu definisi study, akan tetapi mengalami perluasan makna mengenai eksistensi dan peran yang dimainkan dirinya. Kemudian pada perkembangan selanjutnya, mahasiswa tidak lagi diartikan hanya sebatas subyek pembelajar (study), akan tetapi ikut mengisi definisi learning. Mahasiswa adalah seorang pembelajar yang tidak hanya duduk di bangku kuliah kemudian mendengarkan tausiyah dosen, lalu setelah itu pulang dan menghapal di rumah untuk menghadapi ujian tengah semester atau Ujian Akhir semester. Mahasiswa dituntut untuk menjadi seorang simbol pembaharu dan inisiator perjuangan yang respect dan tanggap terhadap isu-isu sosial serta permasalahan umat manusia.

Apabila kita melakukan kilas balik, melihat sejarah, peran mahasiswa acapkali mewarnai perjalanan bangsa Indonesia, mulai dari penjajahan hingga kini masa reformasi. mahasiswa bukan hanya menggendong tas yang berisi buku, tapi mahasiswa turut angkat senjata demi kedaulatan bangsa Indonesia. Dan telah menjadi rahasia umum, bahwasanya mahasiswa lah yang menjadi pelopor restrukturisasi tampuk kepemimpinan NKRI pada saat reformasi 1998. Peran yang diberikan mahasiswa begitu dahsyat, sehingga sendi-sendi bangsa yang telah rapuh, tidak lagi bisa ditutup-tutupi oleh rezim dengan status quonya, tetapi bisa dibongkar dan dihancurkan oleh Mahasiswa.

Mencermati alunan sejarah bangsa Indonesia, hingga kini tidak terlepas dari peran mahasiswa, oleh karena itu mahasiswa dapat dikategorikan sebagai Agent of social change ( Istilah August comte) yaitu perubah dan pelopor ke arah perbaikan suatu bangsa. Kendatipun demikian, paradigma semacam ini belumlah menjadi kesepakatan bersama antar mahasiswa (Plat form ), sebab masih ada sebagian madzhab mahasiswa yang apriori ( cuek ) terhadap eksistensi dirinya sebagai seorang mahasiswa, bahkan ia tak mau tahu menahu tentang keadaan sekitar lingkungan masyarakat ataupun sekitar lingkungan kampusnya sendiri. Yang terpenting buat mereka adalah duduk dibangku kuliah menjadi kambing conge dosen, lantas pulang duluan ke rumah.

Inikah mahasiswa ? Padahal, mahasiswa adalah sosok yang semestinya kritis, logis, berkemauan tinggi, respect dan tanggap terhadap permasalahan umat dan bangsa, mau bekerja keras, belajar terus menerus, mempunyai nyali (keberanian yang tinggi) untuk menyatakan kebenaran, aplikatif di lingkungan masyarakat serta spiritualis dan konsisten dalam mengaktualisasikan nilai-nilai ketauhidan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan Konsep itulah, mahasiswa semestinya bergerak dan menyadari dirinya akan eksistensi ke-mahahasiswaan nya itu. Belajar tidaklah hanya sebatas mengejar gelar akademis atau nilai indeks prestasi ( IP ) yang tinggi dan mendapat penghargaan cumlaude, lebih dari itu mahasiswa harus bergerak bersama rakyat dan pemerintah untuk membangun bangsa, atau paling tidak dalam lingkup yang paling mikro, ada suatu kemauan untuk mengembangkan civitas/ perguruan tinggi dimana ia kuliah. Misalnya dengan ikut serta/ aktif di Organisasi Mahasiswa, baik itu Organisasi intra kampus ( BEM dan UKM ) ataupun Organisasi Ekstra kampus, serta aktif dalam kegiatan-kegiatan lain yang mengarah pada pembangunan bangsa.

  1. 2. ETOS KERJA DALAM ISLAM

  1. a. Pengertian

Etos berasal dari bahasa Yunani (etos) yang memberikan arti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu. Sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu, tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat .
Dalam kamus besar bahasa Indonesia etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau sesesuatu kelompok.
Secara terminologis kata etos, yang mengalami perubahan makna yang meluas. Digunakan dalam tiga pengertian yang berbeda yaitu:

  • suatu aturan umum atau cara hidup
  • suatu tatanan aturan perilaku.
  • Penyelidikan tentang jalan hidup dan seperangkat aturan tingkah laku .

Dalam pengertian lain, etos dapat diartikan sebagai thumuhat yang berkehendak atau berkemauan yang disertai semangat yang tinggi dalam rangka mencapai cita-cita yang positif.
Akhlak atau etos dalam terminologi Prof. Dr. Ahmad Amin adalah membiasakan kehendak. Kesimpulannya, etos adalah sikap yang tetap dan mendasar yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dalam pola hubungan antara manusia dengan dirinya dan diluar dirinya .
Dari keterangan diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa kata etos berarti watak atau karakter seorang individu atau kelompok manusia yang berupa kehendak atau kemauan yang disertai dengan semangat yang tinggi guna mewujudkan sesuatu keinginan atau cita-cita.
Etos kerja adalah refleksi dari sikap hidup yang mendasar maka etos kerja pada dasarnya juga merupakan cerminan dari pandangan hidup yang berorientasi pada nilai-nilai yang berdimensi transenden.
Menurut K.H. Toto Tasmara etos kerja adalah totalitas kepribadian dirinya serta caranya mengekspresikan, memandang, meyakini dan memberikan makna ada sesuatu, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal (high Performance) .
Dengan demikian adanya etos kerja pada diri seseorang pedagang akan lahir semangat untuk menjalankan sebuah usaha dengan sungguh-sungguh, adanya keyakinan bahwa dengan berusaha secara maksimal hasil yang akan didapat tentunya maksimal pula. Dengan etos kerja tersebut jaminan keberlangsungan usaha berdagang akan terus berjalan mengikuti waktu.

  1. b. Konsep Kerja dalam Islam

Kemuliaan seorang manusia itu bergantung kepada apa yang dilakukannya. Dengan itu, sesuatu amalan atau pekerjaan yang mendekatkan seseorang kepada Allah adalah sangat penting serta patut untuk diberi perhatian. Amalan atau pekerjaan yang demikian selain memperoleh keberkahan serta kesenangan dunia, juga ada yang lebih penting yaitu merupakan jalan atau tiket dalam menentukan tahap kehidupan seseorang di

akhirat kelak, apakah masuk golongan ahli syurga atau sebaliknya.

Istilah ‘kerja’ dalam Islam bukanlah semata-mata merujuk kepada mencari rezeki untuk menghidupi diri dan keluarga dengan menghabiskan waktu siang maupun malam, dari pagi hingga sore, terus menerus tak kenal lelah, tetapi kerja mencakup segala bentuk amalan atau pekerjaan yang mempunyai unsur kebaikan dan keberkahan bagi diri, keluarga dan masyarakat sekelilingnya serta negara. Dengan kata lain, orang yang berkerja adalah mereka yang menyumbangkan jiwa dan  enaganya untuk kebaikan diri, keluarga, masyarakat dan negara tanpa menyusahkan orang lain. Oleh karena itu, kategori ahli Syurga seperti yang digambarkan dalam Al-Qur’an bukanlah orang yang mempunyai pekerjaan/jabatan yang tinggi dalam suatu perusahaan/instansi sebagai manajer, direktur, teknisi dalam suatu bengkel dan sebagainya. Tetapi sebaliknya Al-Quran menggariskan golongan yang baik lagi beruntung (al-falah) itu adalah orang yang banyak taqwa kepada Allah, khusyu sholatnya, baik tutur katanya, memelihara pandangan dan sikap malunya pada-Nya serta menunaikan tanggung jawab sosialnya seperti mengeluarkan zakat dan lainnya (QS Al Mu’minun : 1 – 11)

Golongan ini mungkin terdiri dari pegawai, supir, tukang sapu ataupun seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Sifat-sifat di ataslah sebenarnya yang menjamin kebaikan dan kedudukan seseorang di dunia dan di akhirat kelak. Jika membaca hadits-hadits Rasulullah SAW tentang ciri-ciri manusia yang baik di sisi Allah, maka tidak heran bahwa diantara mereka itu ada golongan yang memberi minum anjing kelaparan, mereka yang memelihara mata, telinga dan lidah dari perkara yang tidak berguna, tanpa melakukan amalan sunnah yang banyak dan seumpamanya.

Dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Umar r.a., berbunyi :

’Bahwa setiap amal itu bergantung pada niat, dan setiap individu itu dihitung berdasarkan apa yang diniatkannya …

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda :

‘ Binasalah orang-orang Islam kecuali mereka yang berilmu. Maka binasalah golongan berilmu, kecuali mereka yang beramal dengan ilmu mereka. Dan binasalah golongan yang beramal dengan ilmu mereka kecuali mereka yang ikhlas. Sesungguhnya golongan yang ikhlas ini juga masih dalam keadaan bahaya yang amat besar …

Kedua hadist diatas sudah cukup menjelaskan betapa niat yang disertai dengan keikhlasan

itulah inti sebenarnya dalam kehidupan dan pekerjaan manusia. Alangkah baiknya kalau umat Islam hari ini, dapat bergerak dan bekerja dengan tekun dan mempunyai tujuan yang satu, yaitu ‘mardatillah’ (keridhaan Allah)

itulah yang dicari dalam semua urusan. Dari situlah akan lahir nilai keberkahan yang sebenarnya dalam kehidupan yang penuh dengan curahan rahmat dan nikmat yang banyak dari Allah. Inilah golongan yang diistilahkan sebagai golongan yang tenang dalam ibadah, ridha dengan kehidupan yang ditempuh, serta optimis dengan janji-janji Allah.

  1. c. Meneladani Etos Kerja Rasulullah SAW

Rasulullah SAW menjadikan kerja sebagai aktualisasi keimanan dan ketakwaan. Rasul bekerja bukan untuk menumpuk kekayaan duniawi. Beliau bekerja untuk meraih keridaan Allah SWT.

Suatu hari Rasulullah SAW berjumpa dengan Sa’ad bin Mu’adz Al-Anshari. Ketika itu Rasul melihat tangan Sa’ad melepuh, kulitnya gosong kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari. “Kenapa tanganmu?,” tanya Rasul kepada Sa’ad. “Wahai Rasulullah,” jawab Sa’ad, “Tanganku seperti ini karena aku mengolah tanah dengan

cangkul itu untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku”. Seketika itu beliau mengambil tangan Sa’ad dan menciumnya seraya berkata, “Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh api neraka”.

Dalam kisah lain disebutkan bahwa ada seseorang yang berjalan melalui tempat Rasulullah SAW. Orang tersebut sedang bekerja dengan sangat giat dan tangkas. Para sahabat kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, andaikata bekerja semacam orang itu dapat digolongkan jihad fi sabilillah, maka alangkah baiknya.” Mendengar itu Rasul pun menjawab, “Kalau ia bekerja untuk menghidupi anak-anaknya yang masih kecil, itu adalah fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk menghidupi kedua orangtuanya yang sudah lanjut usia, itu adalah fi sabilillah; kalau ia bekerja untuk kepentingan dirinya sendiri agar tidak meminta-minta, itu juga fi sabilillah.” (HR Ath-Thabrani).

Bekerja adalah manifestasi amal saleh. Bila kerja itu amal saleh, maka kerja adalah ibadah. Dan bila kerja itu ibadah, maka kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari kerja. Bukankah Allah SWT menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya?

Tidak berlebihan bila keberadaan seorang manusia ditentukan oleh aktivitas kerjanya.

Kisah di awal menggambarkan betapa besarnya penghargaan Rasulullah SAW terhadap kerja. Kerja apapun itu selama tidak menyimpang dari aturan yang ditetapkan agama. Demikian besarnya penghargaan beliau, sampaisampai dalam kisah pertama, manusia teragung ini “rela” mencium tangan Sa’ad bin Mu’adz Al-Anshari yang melepuh lagi gosong. Rasulullah SAW, dalam dua kisah tersebut, memberikan motivasi pada umatnya bahwa bekerja adalah perbuatan mulia dan termasuk bagian dari jihad.

Rasulullah SAW adalah sosok yang selalu berbuat sebelum beliau memerintahkan para sahabat untuk melakukannya. Hal ini sesuai dengan tugas beliau sebagai ushwatun hasanah; teladan yang baik bagi seluruh manusia. Maka saat kita berbicara tentang etos kerja islami, maka beliaulah orang yang paling pantas menjadi rujukan. Dan berbicara tentang etos kerja Rasulullah SAW sama artinya dengan berbicara bagaimana beliau

menjalankan peran-peran dalam hidupnya. Ada lima peran penting yang diemban Rasulullah SAW, yaitu :

1)      sebagai rasul. Peran ini beliau jalani selama 23 tahun. Dalam kurun waktu tersebut beliau harus berdakwah menyebarkan Islam; menerima, menghapal, menyampaikan, dan menjelaskan tak kurang dari 6666

ayat Alquran; menjadi guru (pembimbing) bagi para sahabat; dan menjadi hakim yang memutuskan berbagai pelik permasalahan umat-dari mulai pembunuhan sampai perceraian.

2)      sebagai kepala negara dan pemimpin sebuah masyarakat heterogen. Tatkala memegang posisi ini Rasulullah SAW harus menerima kunjungan diplomatik “negara-negara sahabat”. Rasul pun harus menata dan menciptakan sistem hukum yang mampu menyatukan kaum Muslimin, Nasrani, dan Yahudi, mengatur perekonomian, dan setumpuk masalah lainnya.

3)      sebagai panglima perang. Selama hidup tak kurang dari 28 kali Rasul memimpin pertempuran melawan kafir Quraisy. Sebagai panglima perang beliau harus mengorganisasi lebih dari 53 pasukan kaveleri bersenjata.

Harus memikirkan strategi perang, persedian logistik, keamanan, transportasi, kesehatan, dan lainnya. sebagai kepala rumahtangga. Dalam posisi ini Rasul harus mendidik, membahagiakan, dan memenuhi tanggung jawab-lahir batin-terhadap para istri beliau, tujuh anak, dan beberapa orang cucu. Beliau dikenal sebagai sosok yang sangat perhatian terhadap keluarganya. Di tengah kesibukannya Rasul pun masih sempat bercanda dan menjahit sendiri bajunya.

4)      sebagai seorang pebisnis. Sejak usia 12 tahun pamannya Abu Thalib sudah mengajaknya melakukan perjalanan bisnis ke Syam, negeri yang saat ini meliputi Syria, Jordan, dan Lebanon. Dari usia 17 hingga sekitar 20 tahun adalah masa tersulit dalam perjalanan bisnis Rasul karena beliau harus mandiri dan bersaing dengan pemain pemain senior dalam perdagangan regional. Usia 20 hingga 25 tahun merupakan titik keemasan entrepreneurship Rasulullah SAW terbukti dengan “terpikatnya” konglomerat Mekah, Khadijah binti Khuwailid, yang kemudian melamarnya menjadi suami.

Afzalurrahman dalam bukunya, Muhammad Sebagai Seorang Pedagang (2000:5-12), mencatat bahwa Rasul pun sering terlibat dalam perjalanan bisnis ke berbagai negeri seperti Yaman, Oman, dan Bahrain. Dan beliau mulai mengurangi kegiatan bisnisnya ketika mencapai usia 37 tahun.

Adalah kenyataan bila Rasulullah SAW mampu menjalankan kelima perannya tersebut dengan sempurna, bahkan menjadi yang terbaik. Tak heran bila para ilmuwan, baik itu yang Muslim maupun non-Muslim, menempatkan beliau sebagai orang yang paling berpengaruh, paling pemberani, paling bijaksana, paling bermoral, dan sejumlah paling lainnya.

  1. d. Rahasia kesuksesan karier dan pekerjaan Rasulullah SAW

1)            Rasul selalu bekerja dengan cara terbaik, profesional, dan tidak asal-asalan. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah menginginkan jika salah seorang darimu bekerja, maka hendaklah meningkatkan

kualitasnya”.

2)            Dalam bekerja Rasul melakukannya dengan manajemen yang baik, perencanaan yang jelas, pentahapan aksi, dan adanya penetapan skala prioritas.

3)            Rasul tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan sekecil apapun. “Barangsiapa yang dibukakan pintu kebaikan, hendaknya dia mampu memanfaatkannya, karena ia tidak tahu kapan ditutupkan kepadanya,” demikian beliau bersabda.

4)            Dalam bekerja Rasul selalu memperhitungkan masa depan. Beliau adalah sosok yang visioner, sehingga segala aktivitasnya benar-benar terarah dan terfokus.

5)            Rasul tidak pernah menangguhkan pekerjaan. Beliau bekerja secara tuntas dan berkualitas.

6)            Rasul bekerja secara berjamaah dengan mempersiapkan (membentuk) tim yang solid yang percaya pada cita-cita bersama.

7)            Rasul adalah pribadi yang sangat menghargai waktu. Tidak berlalu sedetik pun waktu, kecuali menjadi nilai tambah bagi diri dan umatnya. Dan yang terakhir, Rasulullah SAW menjadikan kerja sebagai aktualisasi keimanan dan ketakwaan. Rasul bekerja bukan untuk menumpuk kekayaan duniawi. Beliau bekerja untuk meraih keridhaan Allah SWT. Inilah kunci terpenting.

  1. e. Fungsi dan Tujuan Etos Kerja

Secara umum, etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetap perbuatan dan kegiatan individu. Menurut A. Tabrani Rusyan, fungsi etos kerja adalah:

  • Pendorang timbulnya perbuatan.
  • Penggairah dalam aktivitas.
  • Penggerak, seperti mesin bagi mobil besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat lambatnya suatu perbuatan .

Kerja merupakan perbuatan melakukan pekerjaan atau menurut kamus W.J.S Purwadaminta, kerja berarti melakukan sesuatu, sesuatu yang dilakukan . Kerja memiliki arti luas dan sempit dalam arti luas kerja mencakup semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi maupun non materi baik bersifat intelektual maupun fisik, mengenai keduniaan maupun akhirat. Sedangkan dalam arti sempit, kerja berkonotasi ekonomi yang persetujuan mendapatkan materi. Jadi pengertian etos adalah karakter seseorang atau kelompok manusia yang berupa kehendak atau kemauan dalam bekerja yang disertai semangat yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita.
Nilai kerja dalam Islam dapat diketahui dari tujuan hidup manusia yang kebahagiaan hidup di dunia untuk akhirat, kebahagian hidup di akhirat adalah kebahagiaan sejati, kekal untuk lebih dari kehidupan dunia, sementara kehidupan di dunia dinyatakan sebagai permainan, perhiasan lading yang dapat membuat lalai terhadap kehidupan di akhirat. Manusia sebelum mencapai akhirat harus melewati dunia sebagai tempat hidup manusia untuk sebagai tempat untuk mancari kebahagiaan di akhirat. Ahli-ahli Tasawuf mengatakan:

Untuk mencapai kebahagiaan di akhirat, manusia harus mempunyai bekal di dunia dan di manapun manusia menginginkan kebahagiaan. Manusia berbeda-beda dalam mengukur kebahagiaan, ada yang mengukur banyaknya harta, kedudukan, jabatan, wanita, pengetahuan dan lain-lain. Yang kenyataannya keadaan-keadaan lahiriah tersebut tidak pernah memuaskan jiwa manusia, bahkan justru dapat menyengsarakannya. Jadi dianjurkan di dunia tapi tidak melupakan kehidupan akhirat.
وَابْتَغِ فِيمَا ءَاتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ.
Artinya:
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S. Al-Qashash: 77)

Pandangan Islam mengenai etos kerja, di mulai dari usaha mengangkap sedalam-dalamnya sabda nabi yang mengatakan bahwa niali setiap bentuk kerja itu tergantung pada niat-niat yang dipunyai pelakunya, jika tujuannya tinggi (mencari keridhaan Allah) maka ia pun akan mendapatkan nilai kerja yang tinggi, dan jika tujuannya rendah (seperti misalnya hanya bertujuan memperoleh simpati sesama manusia belaka) maka setingkat pula nilai kerjanya .

  1. f. Etos kerja Islami

Dalam kehidupan pada saat sekarang, setiap manusia dituntut untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan bekerja seseorang akan menghasilkan uang, dengan uang tersebut seseorang dapat membelanjakan segala kebutuhan sehari-hari hingga akhirnya ia dapat bertahan hidup. Akan tetapi dengan bekerja saja tidak cukup, perlu adanya peningkatan, motivasi dan niat.
Setiap pekerja, terutama yang beragama islam, harus dapat menumbuhkan etos kerja secara Islami, karena pekerjaan yang ditekuni bernilai ibadah. Hasil yang diperoleh dari pekerjaannya juga dapat digunakan untuk kepentingan ibadah, termasuk didalamnya menghidupi ekonomi keluarga. Oleh karena itu seleksi memililih pekerjaan menumbuhkan etos kerja yang islami menjadi suatu keharusan bagi semua pekerjaan. Adapun etos kerja yang islami tersebut adalah: niat ikhlas karena Allah semata, kerja keras dan memiliki cita-cita yang tinggi. Menurut Al-Ghazali dalam bukunya “Ihya-u “ulumuddin” yang dikutip Ali Sumanto Al-Khindi dalam bukunya Bekerja Sebagai Ibadah, menjelaskan pengertian etos (khuluk) adalah suatu sifat yang tetap pada jiwa, yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dengan tidak membutuhkan pemikiran. Dengan demikian etos kerja Islami adalah akhlak dalam bekerja sesuai dengan nilai-nilai islam sehingga dalam melaksanakannya tidak perlu lagi dipikir-pikir karena jiwanya sudah meyakini sebagai sesuatu yang baik dan benar.
Menurut Dr. Musa Asy’arie etos kerja islami adalah rajutan nilai-nilai khalifah dan abd yang membentuk kepribadian muslim dalam bekerja. Nilai-nilai khalifah adalah bermuatan kreatif, produktif, inovatif, berdasarkan pengetahuan konseptual, sedangkan nilai-nilai ‘abd bermatan moral, taat dan patuh pada hukum agama dan masyarakat
Toto Tasmara mengatakan bahwa semangat kerja dalam Islam kaitannya dengan niat semata-mata bahwa bekerja merupakan kewajiban agama dalam rangka menggapai ridha Allah, sebab itulah dinamakan jihad fisabilillah. Ciri-ciri orang yang memiliki semangat kerja, atau etos yang tinggi, dapat dilihat dari sikap dan tingkah lakunya, diantaranya:

  • Orientasi kemasa depan. Artinya semua kegiatan harus di rencanakan dan di perhitungkan untuk menciptakan masa depan yang maju, lebih sejahtera, dan lebih bahagia daripada keadaan sekarang, lebih-lebih keadaan di masa lalu. Untuk itu hendaklah manusia selalu menghitung dirinya untuk mempersiapkan hari esok.
  • Kerja keras dan teliti serta menghargai waktu. Kerja santai, tanpa rencana, malas, pemborosan tenaga, dan waktu adalah bertentangan dengan nilai Islam, Islam mengajarkan agar setiap detik dari waktu harus di isi dengan 3 (tiga) hal yaitu, untuk meningkatkan keimanan, beramal sholeh (membangun) dan membina komunikasi sosial, firman Allah:

وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.

Artinya:
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Q.S. Al-Ashr: 1-3)

  • Bertanggung jawab.
    Semua masalah diperbuat dan dipikirkan, harus dihadapi dengan tanggung jawab, baik kebahagiaan maupun kegagalan, tidak berwatak mencari perlindungan ke atas, dan melemparkan kesalahan di bawah. Allah berfirman:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا.

Artinya:
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.(Q.S. Al-Isra’: 7)

  • Hemat dan sederhana. Seseorang yang memiliki etos kerja yang tinggi, laksana seorang pelari marathon lintas alam yang harus berlari jauh maka akan tampak dari cara hidupnya yang sangat efesien dalam mengelola setiap hasil yang diperolehnya. Dia menjauhkan sikap boros, karena boros adalah sikapnya setan.
  • Adanya iklim kompetisi atau bersaing secara jujur dan sehat.
    Setiap orang atau kelompok pasti ingin maju dan berkembang namun kemajuan itu harus di capai secara wajar tanpa merugikan orang lain.

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Artinya:
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. Al-Baqarah: 148)

Sebagai orang yang ingin menjadi winner dalam setiap pertandingan exercise atau latihan untuk menjaga seluruh kondisinya, menghitung asset atau kemampuan diri karena dia lebih baik mengetahui dan mengakui kelemahan sebagai persiapan untuk bangkit. Dari pada ia bertarung tanpa mengetahui potensi diri. Karena hal itu sama dengan orang yang bertindak nekat. Terukir sebuah motto dalam dirinya: “The best fortune that can come to a man, is that he corrects his defects and makes up his failings” (Keberuntungan yang baik akan datang kepada seseorang ketka dia dapat mengoreksi kekurangannya dan bangkit dari kegagalannya) Percayalah .

KESIMPULAN

  1. 1. BUDAYA AKADEMIK

tanpa melakukan kegiatan-kegiatan akademik, mustahil seorang akademisi akan memperoleh nilai-nilai normative akademik. Bias saja ia mampu berbicara tentang norma dan nilai-nilai akademik tersebut didepan forum namun tanpa proses belajar dan latihan, norma-norma tersebut tidak akan pernah terwujud dalam praktik kehidupan sehari-hari. Bahkan sebaliknya, ia tidak segan-segan melakukan pelanggaran dalam wilayah tertentu—baik disadari ataupun tidak.

Kiranya, dengan mudah disadari bahwa perguruan tinggi berperan dalam mewujudkan upaya dan pencapaian budaya akademik tersebut. Perguruan tinggi merupakan wadah pembinaan intelektualitas dan moralitas yang mendasari kemampuan penguasaan IPTEK dan budaya dalam pengertian luas disamping dirinya sendirilah yang berperan untuk perubahan tersebut.

Merujuk pada redaksi UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Bab VI bagian ke empat pasal 19 bahwasanya mahasiswa itu sebenarnya hanya sebutan akademis untuk siswa/ murid yang telah sampai pada jenjang pendidikan tertentu dalam masa pembelajarannya. Sedangkan secara harfiah,  mahasiswa” terdiri dari dua kata, yaitu Maha yang berarti tinggi dan Siswa  yang berarti subyek pembelajar sebagaimana pendapat Bobbi de porter, jadi kaidah etimologis menjelaskan pengertian mahasiswa sebagai pelajar yang tinggi atau seseorang yang belajar di perguruan tinggi/ universitas.

Banyak Sekali pembahasan yang mengarah dalam Budaya Akademik di antaranya

  1. a. Konsep dan Ciri-Ciri Perkembangan Budaya Akademik
  2. b. Tradisi Akademik
  3. c. Kebebasan Akademik
  4. d. Otonomi Keilmuan


  1. 2. ETOS KERJA DALAM ISLAM

Etos berasal dari bahasa Yunani (etos) yang memberikan arti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu. Sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu, tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat .
Dalam kamus besar bahasa Indonesia etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau sesesuatu kelompok.
Secara terminologis kata etos, yang mengalami perubahan makna yang meluas. Digunakan dalam tiga pengertian yang berbeda yaitu:

  • suatu aturan umum atau cara hidup
  • suatu tatanan aturan perilaku.
  • Penyelidikan tentang jalan hidup dan seperangkat aturan tingkah laku .

Dalam pengertian lain, etos dapat diartikan sebagai thumuhat yang berkehendak atau berkemauan yang disertai semangat yang tinggi dalam rangka mencapai cita-cita yang positif.

Secara umum, etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetap perbuatan dan kegiatan individu. Menurut A. Tabrani Rusyan, fungsi etos kerja adalah:

  • Pendorang timbulnya perbuatan.
  • Penggairah dalam aktivitas.
  • Penggerak, seperti mesin bagi mobil besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat lambatnya suatu perbuatan .

Kerja merupakan perbuatan melakukan pekerjaan atau menurut kamus W.J.S Purwadaminta, kerja berarti melakukan sesuatu, sesuatu yang dilakukan . Kerja memiliki arti luas dan sempit dalam arti luas kerja mencakup semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi maupun non materi baik bersifat intelektual maupun fisik, mengenai keduniaan maupun akhirat. Sedangkan dalam arti sempit, kerja berkonotasi ekonomi yang persetujuan mendapatkan materi. Jadi pengertian etos adalah karakter seseorang atau kelompok manusia yang berupa kehendak atau kemauan dalam bekerja yang disertai semangat yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita.
Nilai kerja dalam Islam dapat diketahui dari tujuan hidup manusia yang kebahagiaan hidup di dunia untuk akhirat, kebahagian hidup di akhirat adalah kebahagiaan sejati, kekal untuk lebih dari kehidupan dunia, sementara kehidupan di dunia dinyatakan sebagai permainan, perhiasan lading yang dapat membuat lalai terhadap kehidupan di akhirat. Manusia sebelum mencapai akhirat harus melewati dunia sebagai tempat hidup manusia untuk sebagai tempat untuk mancari kebahagiaan di akhirat. Ahli-ahli Tasawuf mengatakan:

Untuk mencapai kebahagiaan di akhirat, manusia harus mempunyai bekal di dunia dan di manapun manusia menginginkan kebahagiaan. Manusia berbeda-beda dalam mengukur kebahagiaan, ada yang mengukur banyaknya harta, kedudukan, jabatan, wanita, pengetahuan dan lain-lain. Yang kenyataannya keadaan-keadaan lahiriah tersebut tidak pernah memuaskan jiwa manusia, bahkan justru dapat menyengsarakannya. Jadi dianjurkan di dunia tapi tidak melupakan kehidupan akhirat.

Beberapa Surat Yang Mengarah dalam Etos Kerja dalam Islam di antaranya :

(Q.S. Al-Baqarah: 148)

(Q.S. Al-Isra’: 7)

(Q.S. Al-Ashr: 1-3)

(Q.S. Al-Qashash: 77)

(Q.S. Al-Najm::{53}:39)

(Q.S. Ar-Ra’d{13}: 11)

(Q.S Al Mu’minun : 1 – 11)

(Q.S. At-Tabah,9 : 105)

(Q.S. Al An’am (6):135

  • Al Quran dan terjemahnya
  • Akhlak Nabi Muhammad SAW (Keluhuran dan kemuliaannya), Ahmad  Muhammad Al-Hufy
  • Konsep Kerja dalam Islam, Dr. Asyraf Hj Ab Rahman
  • [Ar-Royyan-3465] Meneladani Etos Kerja Rasulullah SAW, Agus Rasidi

Download versi PDF

BUDAYA AKADEMIK etos kerja





ATLANTICA ONLINE

23 10 2010
Penduduk Atlantis menjadi sangat makmur setelah mereka menciptakan zat bernama Oriharukon. Keinginan untuk mempelajari rahasia dari bahan misterius ini, banyak peradaban lain memohon dengan sangat kepada penduduk Atlantis untuk membagi pengetahuan mereka, tetapi mereka menolaknya, menutup pintu mereka untuk orang asing.
Orang-orang yang tetap memaksa, secara brutal dimusnahkan oleh penduduk Atlantis. Pada akhirnya, penduduk Atlantis kehabisan semua persediaan 4 kristal, bahan mentah untuk Oriharukon. Rasa haus mereka untuk kristal-kristal tersebut membawa kehancuran untuk 4 peradaban terhebat (Yellow River, Lembah Indus, Mesopotamia, dan Mesir), dan membuat mereka berencana menguasai dunia untuk menemukan kristal yang lain.
Tetapi kesombongan dan keserakahan penduduk Atlantis hanya mengantarkan mereka kepada kematian. Ketika mereka kehilangan kontrol dari kekuatan gaib yang diciptakan dari Oriharukon, Atlantis lenyap dalam sekejap. Tetapi, sisa dari Oriharukon masih ada.
Untuk meneruskan perjalanan berbahaya yang ditakdirkan untukmu sebagai seorang keturunan dari Atlantis. Untuk menemukan tanah leluhurmu, yang hilang dari muka bumi dahulu kala. Untuk memenuhi takdirmu: Menyelamatkan ras manusia dari efek Oriharukon yang menghancurkan, sumber dari kekuatan penghancur milik Atlantis.
Kamu akan memulai sebuah perjalanan besar yang akan membawamu ke
tempat-tempat yang misterius dan berbahaya di seluruh dunia, sepanjang sejarah waktu dan kehidupan manusia. Kamu akan memasuki pertarungan-pertarungan yang tak terhitung jumlahnya melawan makhluk-makhluk legenda dan ciptaan aneh, yang bermutasi dan mematikan karena efek dari Oriharukon. Selain itu, kamu harus membantu para prajurit bayaran yang kamu temui sepanjang perjalanan, melawan musuh bersama-sama. Kamu akan mengumpulkan petunjuk-petunjuk dari peradaban lama yang tersisa, yang akan membawamu ke tanah yang hilang Atlantis, serta rahasia-rahasia yang ada di dalamnya.

Memulai Pertarungan

Ketika kamu mengarahkan kursor ke monster, icon akan berubah menjadi sebuah Pedang. Ketika kamu melakukan klik kanan pada monster terdekat kamu akan memasuki Battle Mode. Kamu dapat memasuki pertarungan dengan monster yang telah melakukan pertarungan dengan pemain lain.

TIP.

Ketika melakukan klik kanan pada monster, akan ditampilkan jumlah monster, level, dan formasi pertarungan.

(Hanya berlaku saat menggunakan Scroll of Patrol)

Informasi Monster

Ketika kamu melakukan klik kanan pada monster dan memilih ‘Details’ kamu dapat melihat level dan formasi pertarungan.

(Hanya berlaku saat menggunakan Scroll of Patrol)

Jika monster telah melakukan pertarungan dengan pemain lain kamu dapat juga melihat ‘Battle Obsevation’ yang akan membuatmu dapat menyaksikan pertarungan tanpa ikut berpartisipasi.

Warna Nama Monster didasarkan oleh perbedaan level antara karaktermu dan monster tersebut.

  • Jika monster tersebut 10 level atau lebih rendah dari level karaktermu nama monster tersebut akan berwarna Biru Gelap
  • Jika monster tersebut 7 level atau lebih rendah dari level karaktermu nama monster tersebut akan berwarna Biru Terang
  • Jika monster tersebut mendekati level karaktermu nama monster tersebut akan berwarna Putih
  • Jika monster tersebut 4 level atau lebih tinggi dari level karaktermu nama monster tersebut akan berwarna Oranye
  • Jika monster tersebut 7 level atau lebih tinggi dari level karaktermu nama monster tersebut akan berwarna Oranye Gelap
  • Jika monster tersebut 10 level atau lebih tinggi dari level karaktermu nama monster tersebut akan berwarna Merah

Mode Pertarungan

Agar mercenary dapat melakukan Action saat giliranmu di Mode Pertarungan mereka memerlukan paling tidak 100 Action Power. Mercenary yang mampu melakukan Action saat giliranmu akan ditandai dengan warna Hijau.

Masing-masing Action memerlukan jumlah Action Power yang berbeda-beda

  • Attack: 100 AP
  • Search: 50 AP
  • Defend: 50 AP
  • Move: 100 AP
  • Standby: 0 AP
  • Magic Skill: 50 atau lebih AP
  • (tergantung pada Magic Skill yang digunakan)

Setelah semua mercenary yang memiliki action power yang cukup telah menggunakan Action selama gilirannya, atau ketika Batas Waktunya telah habis (30 detik) maka berganti menjadi giliran musuh.

  1. Attack (A): menyerang musuh dengan serangan dasar.
  2. Search (S): Menggeledah tubuh musuh yang telah mati untuk mencari item
  3. Move (D): Mengubah lokasi dari mercenary yang dipilih pada Battle Formation
  4. Stand By (F): Berjaga-jaga tanpa melakukan action apapun untuk gilirannya
  5. Defense (G): Mencoba mengurangi pengaruh serangan dengan melindungi diri dari serangan musuh saat giliran musuh menyerang
  6. Magic (Q, W, E, R, T): Menggunakan Magic Skill mercenary. Magic Skill tambahan dapat dipelajari seiring dengan peningkatan mercenarymu.
  7. Efek Kamera (Z): Menu ini mengubah sudut pandang efek kamera. Ketika serangan dilakukan, kamera akan bergerak untuk menampilkan sisi yang lebih realistis dari serangan tersebut.
  8. Turn Over (~): Setelah menyelesaikan giliranmu, musuh akan mendapatkan giliran selanjutnya
  9. Menyerah: Menyerah dari pertarungan, meskipun akan mendapatkan penalti, tetapi kamu masih bisa hidup untuk bertarung kembali
  10. Serangan Otomatis: Jika kamu menggunakan Auto-Battle License maka kamu dapat memilih untuk mengizinkan sebuah pertarungan berjalan secara otomatis. Kamu akan tetap perlu untuk bertarung secara manual untuk mendapatkan point Auto Battle yang cukup untuk dapat terus menggunakan Auto Battle ketika point Auto Battlemu telah habis




Michael Jackson – Indonesia

23 10 2010

Deng Xiaoping, seorang pria Taiwan yang sangat kaya tetapi tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris tiba di airport New York.

Setelah mengantri di imigrasi, saat mencap paspor, petugas menanyakan beberapa pertanyaan untuk mengetahui kunjungannya ke USA .

Pertanyaan pertama imigrasi: “Apa nama terakhir dari Presiden Pertama kami?”

Karena tidak mengerti bahasa Inggris dengan baik, dia menduga bahwa petugas menanyakan nama keluarganya (surname). Lalu dia menjawab: “Wo xing Deng (dibaca: wo sing Teng).” Dalam Mandarin berarti: “Marga saya Deng”). Fyi, dalam budaya Chinese, orang Chinese selalu memperkenalkan marganya dulu saat kenalan pertama kali.

Petugas mendengar “Washington! ” (sama bunyinya) lalu dia melanjutkan ke pertanyaan ke-2: “Untuk apa kamu mau pergi ke US?”

Pikirnya, secara logis tentu sekarang dia menanyakan nama saya. Lalu dia menjawab: “Xiaoping.”

Petugas mendengar : “Shopping!”

Pertanyaan ke-3: “Kendaraan apa yang kamu kendarain di Taiwan?”

Turis itu berpikir, dia ditanyakan statusnya di Taiwan, dan menjawab dalam bahasa Hokkien: “Bo bo.” (dalam Hokkien berarti: “Belum beristri”).

Dan petugas mendengar: “Volvo!” lalu dia tersenyum dengan hormat dan bertanya lagi.Pertanyaan ke-4: “Siapa penyanyi pop yang paling terkenal di USA?”

Saat ini lelaki Taiwan sudah mulai tidak sabar dan mulai berkata dengan keras dalam bahasa Hokkien: “Mai Ko Cai Seng.” (arti: “Jangan main-main lagi dengan saya”).

Petugas mendengar: “Michael Jackson!”

Kagum akan pengetahuan si turis, petugas mencap paspornya.





POINT BLANK ONLINE

23 10 2010

Game yang satu ini bernama Point Blank atau PB, Game ini saat ini digemari di Indonesia. Sistem mainnya adalah online menggunakan server yang diberikan oleh gemscool. Di sini kita nantinya mempunyai serbuah karakter yang memiliki pangkat di mulai dari rendah. Jika nantinya kita sering menang akan mendapatkan tambahan point dan akan menaikkan pangkat kita. Semakin tinggi pangkat maka character kita semakin hebat, baik dari senjata yang bagus dan tingkat akurasi tembakan. Point Blank adalah sebuah permainan komputer ber-genre FPS yang dimainkan secara online. Permainan ini dikembangkan oleh Zepetto dari Korea Selatan dan dipublikasikan oleh NCSoft. Selain di Korea Selatan, permainan ini

PB

mempunyai server sendiri di Thailand, Rusia, dan Indonesia. Di Indonesia, permainan ini dikelola oleh PT. Kreon. Point Blank berkisah tentang perseteruan antara Free Rebels dan pemerintah dalam hal ini Counter Terrorist Force(CT-Force). Asal-mula perseteruan ini a

dalah semakin bertambahnya imigran yang tidak mendapat pekerjaan dan terusir dari masyarakat. Sehingga untuk bertahan hidup, para imigran melakukan berbagai tindakan kriminal, seperti: perampokan hingga perdagangan obat terlarang. Lama-lama kegiatan ini semakin terorganisir hingga membentuk organisasi yang bernama Free Rebels. Akibat konflik dengan imigran semakin meluas, pemerintah membentuk organisasi untuk memantau,mengawasi serta mencari keberadaan teroris yang bernama Free Rebels. Organisasi ini bernama Counter Terrorist Force(CT-Force).(id.wikipedia.org) Point-Blank-Online-Indonesia Point Blank Online Indonesia

Tips Point Blank Online Indonesia

Sedikit tips bermain point blank agar cepat naik level.

  1. Bergabung dengan tim yang sering menang. paling tidak EXP yang didapat lebih banyak dariada tim yang kalah.
  2. jadilah pemain dengan kill terbanyak!
  3. Yang terpenting main terus. Disamping itu Kalian harus sering peringkat 1, jadi dapet EXP paling besar sendiri (gimana gak cepet naek levelnya?!)
  4. Menggunakan item yang meningkatkan EXP 130%,tapi harus cash belinya.Sekarang tersedia VOUCHER seharga 10.000 rupiah
  5. Rajin-rajin membeli title dan menyelesaikannya. Cara mainnya gampang kok, kayak game counter strike dan tidak beda jauh. Namun teknologi gama yang membedakan. Kalo pada game CS lebih mudah untuk akurasi menembak sedangkan pada game Point Blank agak susah.

Kalo mau coba silahkan langsung download gratis saja game Point Blank Online Indonesia. disini

(465 MB)





Hello world!

21 10 2010

emty








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.